Top

Enter Title

Kata Dokter

SuperUser Account
/ Categories: Kata Dokter

MENGENAL VIRUS NAKAL SI PENYEBAB SAKIT FLU

Siapa yang tidak pernah sakit flu seumur hidupnya? Semua orang paling tidak pernah mengalami sakit flu minimal sekali dalam setahun

Siapa yang tidak pernah sakit flu seumur hidupnya? Semua orang paling tidak pernah mengalami sakit flu minimal sekali dalam setahun, terlebih kita yang tinggal di negara tropis dengan tingkat curah hujan dan kelembapan udara yang cukup tinggi. Tahukah Anda bahwa penyakit flu disebabkan oleh infeksi virus pada saluran pernapasan kita? Yuk, mari kita menambah pengetahuan seputar flu dan perjalanan infeksi virus dengan membaca tulisan ini.

Orang mulai menyadari keberadaan penyakit flu pada tahun 1537. Ketika itu penderitanya mengalami gejala-gejala seperti demam dan menggigil, yang dianggap sebagai respons tubuh terhadap udara dingin. Beberapa tahun kemudian, orang mulai mengetahui bahwa gejala tersebut merupakan gejala suatu penyakit yang mampu menular lewat kontak dengan penderita. Selang beberapa waktu kemudian, baru diketahui bahwa penyakit tersebut disebabkan oleh infeksi virus.

Ternyata ada banyak sekali jenis-jenis virus yang dapat menyebabkan sakit flu. Lebih dari 200 macam jenis virus dapat menyebabkan infeksi akut pada saluran pernapasan kita, sebut saja virus influenza, parainfluenza, koronavirus, adenovirus, dan lain-lain. Virus-virus ini tidak dapat bergerak sendiri, tetapi memerlukan media atau kendaraan untuk berpindah tempat. Kendaraan virus ini dapat berupa partikel udara atau tetesan air yang sangat halus (droplet).

Bagaimana virus flu ini bisa masuk ke saluran pernapasan kita? Ketika penderita flu batuk atau bersin, mereka melepaskan droplet yang membawa virus ke udara. Jika kita berada dalam satu ruangan dengan penderita flu, terlebih di ruangan yang tertutup atau berventilasi terbatas, seperti ruangan ber-AC, maka droplet yang mengandung virus tadi dapat terhirup masuk ke saluran pernapasan kita.

Lalu, apakah kita serta merta menjadi sakit jika menghirup droplet tersebut? Ternyata tidak, itu bergantung pada seberapa kuat daya tahan tubuh kita dan juga seberapa banyak virus yang masuk ke dalam saluran napas. Pada dosis infeksi 10 virus/droplet, 50% orang-orang yang menghirupnya akan mengalami sakit flu. Virus-virus tersebut kemudian menempel dan menerobos masuk ke sel-sel di hidung dan saluran pernapasan. Dalam waktu beberapa jam saja, virus flu sudah memperbanyak diri di dalam sel. Anakan virus tersebut kemudian dapat keluar dan berpindah ke sel-sel lainnya untuk terus memperbanyak diri.

Infeksi virus influenza menyebabkan terjadinya peradangan pada selaput lendir seputar saluran pernapasan kita, letaknya di hidung, tenggorokan, dekat mata dan telinga. Itulah sebabnya ketika sedang flu kita akan mengalami bersin-bersin, hidung berair/tersumbat, demam/meriang, sakit kepala, dan batuk (terkadang terasa sakit waktu menelan dan suara serak). Walaupun biasanya sakit flu dapat hilang dengan sendirinya dalam waktu 2 - 7 hari, namun gejala-gejala yang dialami dapat sangat mengganggu aktivitas penderita sehari-hari. Karena itu, segera mengonsumsi obat flu yang cocok menjadi pilihan tepat agar kita terbebas dari gejala-gejala flu yang mengganggu.

Saat ini masih banyak terjadi salah kaprah di masyarakat terkait konsumsi antibiotik ketika sedang flu. Perlu diketahui bahwa antibiotik hanya bekerja pada bakteri dan jamur, namun tidak mempan pada virus. Oleh sebab itu, pengobatan flu dengan antibiotik bisa dikatakan mubazir. Berbagai penelitian juga telah membuktikan bahwa pemberian antbiotik pada pasien flu tidak mempercepat penyembuhan ataupun mencegah komplikasi.

FAKTA FLU DI INDONESIA

Menurut data Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar) 2013 Kemenkes RI, sakit flu dikategorikan ke dalam kelompok infeksi saluran pernapasan akut/ISPA dengan media penularan melalui udara, bersama dengan pneumonia dan TB paru. Lima provinsi dengan insiden ISPA tertinggi adalah Nusa Tenggara Timur (41,7%), Papua (31,1%), Aceh (30,0%), Nusa Tenggara Barat (28,3%), dan Jawa Timur (28,3%). Karakteristik penduduk dengan ISPA yang tertinggi terjadi pada kelompok umur 1 - 4 tahun (25,8%). Menurut jenis kelamin, tidak ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan.

 

Sumber:

·         WHO, 2001: Cough and cold remedies for the treatment of acute respiratory infection in young children

·         D William et all, 2009, Switzerland, Etiology of the common cold: Modulating factors

·         Laporan Riset Kesehatan Dasar 2013, Kemkes RI

Print
63 Rate this article:
No rating

Please login or register to post comments.

Name:
Email:
Subject:
Message:
x