Top
Hobi

Lensa Yang Cocok Untuk Travelling

Abadikan momen liburan menjadi lebih indah dengan pilihan lensa yang tepat.

Siapa yang tak ingin tersenyum bahkan tergelak saat melihat kembali foto-foto liburan beberapa tahun lalu? Di kehidupan yang semakin bergerak cepat, mengabadikan momen menjadi semakin penting, terlebih lagi disaat kita berlibur. Namun bagaimana agar foto-foto hasil liburan menjadi berkualitas dan layak disimpan? Jawabannya tentu ada pada kamera dan lensa yang digunakan saat mengambil gambar.

Selain kamera yang digunakan, lensa memegang peranan penting dalam menciptakan hasil foto yang berkualitas. Lensa yang cocok dengan objek foto akan menghasilkan foto yang lebih menarik. Karena itulah, langkah utama yang terpenting dalam memilih lensa untuk liburan adalah mempertimbangkan objek liburan Anda nanti. Mengambil gambar penduduk suku pedalaman Papua tentu akan berbeda dengan mengambil gambar sunrise di Bromo.

1.       Liburan In-General

Disaat Anda berlibur dengan objek foto yang berubah-ubah; kadang pemandangan, kadang pasangan Anda; akan lebih cocok jika menggunakan lensa jenis ‘sapu jagat’. Disebut demikian, karena lensa ini bisa berfungsi sebagai lensa wide sekaligus tele. Di antaranya adalah 18-135 mm, 24-105 mm, 18-200 mm, 28-300 mm, dsb. Dengan cukup membawa satu jenis lensa ini saja, Anda bisa memenuhi berbagai kebutuhan fotografi saat travelling.

2.       Landscape

Jika Anda memang fokus untuk mengambil gambar pemandangan, seperti berlibur ke Raja Ampat atau Bromo, bawalah lensa jenis wide atau ultra wide dengan range 16-35 mm, 10-20 mm atau 17-40 mm. Sejauh apapun objek foto Anda, akan tetap tertangkap dengan jelas dan indah

3.       Portrait

Sementara jika Anda fokus mengambil gambar orang, gunakanlah lensa jenis fixed dengan range 50 mm. Dengan bukaan/diafragma yang besar, foto pasangan atau teman Anda menjadi lebih tajam dengan background sedikit blur dan lebih dramatis.

4.       Hewan

Akan lebih cocok jika Anda menggunakan lensa jenis telefoto hingga menjangkau 300 mm atau lebih, karena dibutuhkan jarak yang cukup jauh untuk memotret hewan agar tidak mengganggu mereka.


Ingin Belajar Gitar? Pilih Gitar Yang Cocok

Tips memilih gitar yang cocok bagi pemula agar betah bermain. 

Banyak yang berfikir bahwa untuk belajar gitar tak perlu menggunakan gitar yang bagus dulu. Ternyata pendapat tersebut salah besar. Mengapa? Kenyamanan dan keindahan suara gitar memberi pengaruh sangat besar pada keinginan Anda untuk terus mengambil gitar setiap harinya. Jadi pastikan Anda menggunakan gitar yang cocok untuk memulai belajar dengan tips-tips berikut.

1.       Hindari membeli di pasar atau toko musik pinggir jalan

Seringkali kita melihat gitar-gitar buatan lokal digantungkan di toko musik pinggir jalan dan hanya dibandrol dibawah dari Rp150 ribu. Jika Anda atau anak Anda tidak bercita-cita menjadi pengamen jalanan, sebaiknya hindari membeli jenis gitar tersebut

2.       Elektrik atau akustik

Sebenarnya tidak ada pilihan yang lebih benar atau lebih salah untuk memulai belajar dengan gitar akustik atau elektrik. Keduanya memiliki keuntungan masing-masing. Dulu banyak yang memilih memulai dengan gitar akustik karena harganya yang relatif lebih terjangkau, namun seiring harga gitar elektrik yang semakin terjangkau, kini cocok saja memulai dengan gitar elektrik. Kesemuanya kembali pada selera, jangkauan jari, dan skill akhir yang ingin dituju.

3.       Belilah di toko musik ternama

Alat musik merupakan dunia yang rentan akan pembajakan, sehingga membeli di toko musik ternama akan menghindarkan Anda dari gitar abal-abal atau sering disebut sebagai ‘custom’ yang hanya menjual merk dan bukan kualitas. Disana juga tersedia pilihan merk original yang bervariasi dan cocok dengan budget Anda.

4.       Tidak ada salahnya membeli bekas

Jika budget Anda terbatas, tak ada salahnya membeli gitar bekas. Beberapa gitaris bahkan lebih memilih membeli bekas, karena semakin tua usia gitar, semakin terbiasa kayu gitar memantulkan nada, sehingga menghasilkan nada yang lebih warm. Maka jangan kaget jika sebagian gitar tua justru berharga mahal.

5.       Merk

Terdapat ratusan pilihan merk sesuai dengan ‘kelas’-nya, mulai dari yang terjangkau seperti Cort, Yamaha, atau Crafter, kelas medium seperti Squier, Takamine, Ibanez, atau Epiphone, hingga kelas mahal seperti Fender, Gibson, Taylor, atau Martin.